Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Program Kerja dan Amal Usaha Muhammadiyah Situbondo


 1.      Iftitah

Nilai-nilai dasar perjungan Muhammadiyah yang universal telah diimplementasikan oleh pimpinan, anggota dan simpatisan Muhammadiyah Situbondo seiring  derap perjuangan dan pembangunan di Kabupaten Situbondo sejak kehadirannya, hampir satu abad silam sampai hari ini.

 Secara personal,  beberapa tokoh Muhammadiyah generasi kedua memiliki peran strategis dalam pembangunan Situbondo, diantaranya: dr R. Abd Rahem yang nama beliau dijadikan nama RSUD Situbondo dan Ismail Bakrei sebagai Komandan Kodim Pertama Situbondo serta beberapa tokoh generasi berikutnya yang menduduki jabatan strategis di instansi pemerintah lainnya.

 Sekitar Tahun 1996  penulis bersilaturahmi ke rumah Bpk Ismail, betapa beliau sangat bersemangat mengisahkan peristiwa heroik perlawanan menghadapi penjajah Belanda yang ingin kembali mencengkram bangsa Indonoseia sehingga beberapa orang anak buah beliau gugur, salah satunya adalah Lettu Anumerta Nidin Sastroprayitno di Desa Curahkalak, Kec, Arjasa pada tanggal 15 Agustus 1947.

 2.      Program Kerja dan Amal Usaha

 a.       Bidang Dakwah

 Muhammadiyah Situbondo mememiliki beragam program kerja dan kegiatan dalam berbagai bidang: dakwah keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, politik, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup dsb..

 Di bidang dakwah Muh. telah lama memberikan pecerahan  kepada masyarakat mengenai pemahaman dienul Islam yang berkemajuan sejalan dengan perkembangan iptek dan kecendrungan global.

Banyak masjid dan mushala serta sarana ibadah lain yang telah dibangun Muh. Situbondo yang hingga kini berjumlah 53 buah. Mulai Masjid al Azhar Besuki, al Jihad Situbondo sampai Mujahidin Asembagus.

b.      Bidang Pendidikan

Sebelum Kemerdekaan RI. lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah Situbondo adalah: sebuah Madrasah Diniyah yang diasuh oleh Ustadz Moh. Rais berlokasi di Jl. Basuki Rahmat ( di lokasi masjid Al-Jihad sekarang).  

Setelah masa Kemerdekaan RI dan bangsa kita mulai membangun - sesuai lirik lagu Indonesia Raya,  ”.... bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya”,  maka Muhammadiyah Situbondo mulai mendirikan  Sekola Dasar Muhammadiyah di Panarukan pada tahun 1952 seiring dengan berdirinya  Panti Asuhan Tunas Harapan di Panarukan.  

 Kemudian pada tahun 1958 Muhammadiyah mendirikan SMP Muhammadiyah yang bertempat di Jl. Basuki Rahmat. Perintis berdirinya SMP Muhammadiyah ini adalah Bpk. Sukiman berasal dari Jogyakarta lulusan dari H.IK Muhammadiyah dan mengajar di HIS. Beliau pada waktu itu sebagai ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Situbondo periode 1952-1955 dan periode 1955-1958. SMP Muhammadiyah Situbondo berteenpat di lokasi masjid Al-Jihad yang sebelumnya sudah berdiri Madrasah Diniyah untuk sore hari.

Sejak zaman Orde Lama berlanjut ke Orde Baru Muh. Situbondo telah mengelola: lembaga pendidikan  terdiri dari:

1)         SD Muhammadiyah Situbondo,

2)         SMP Muhammadiyah Asembagus,

3)         SMP Muhammadiyah Panarukan,

4)         SMP Muhammadiyah Besuki,        

5)         SMA Muhammadiyah Situbondo,

6)         SMA Muhammadiyah Asembagus,

7)         SMA Muhammadiyah Panarukan,  

8)         SMA Muhammadiyah Besuki dan  

9)         MI Muhammadiyah Asembagus

 Dengan adanya program pembangunan dalam bidang pendidikan oleh Pemerintah, maka bermuncullah lembaga pendidikan negeri di tiap kecamatan yang dampaknya berakibat pada lembaga pendidikan Muhammadiyah kesulitan mendapat calon siswa baru. Akhirnya sekolah yang dikelolah Muhammadiyah Situbondo banyak yang ditutup diantaranya :

               - SMP dan SMA Muhammadiyah Besuki

               - SMP dan SMA Muhammadiyah Asembagus

               - SMA Muhammadiyah Panarukan

 Disamping ada sekolah Muh. yang ditutup, seiring dengan perubahan waktu juga ada sekolah baru dan pengembangan sekolah lama dan saat sekarang  lembaga yang ada adalah:       

               1). SD Muhammadiyah 1 Panji-Situbondo (program unggulan).

               2). SD Muhammadiyah 1 Panarukan (program unggulan)

               3). MI Muhammadiyah Asembagus

               4). SD Muhammadiyah 1 Besuki  (program unggulan)

               5). SMP Muhammadiyah 1 Panji-Situbondo

               6). SMP Muhammadiyah 1 Panarukan

               7). SMA Muhammadiyah 1 Panji-Situbondo

Dari gambaran. tersebut di atas Muh telah secara nyata berpartisipasi dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Situbondo, bahkan mendahului pemerintah. Karena sebelum pemerintah mampu mendirikan pendidikan tingkat menengah di pedesaan Muh telah  berkiprah.

Kita semua mafhum  bahwa sejatinya bila menengok amanat konstitusi tugas mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas state. Namun karena Muh. merasa terpanggil dengan semboyan, “ sepi ing pamrih rame ing gawe” atau “sedikit bicara banyak kerja” maka rela mendarma baktikan kemampuannya untuk bangsa. Sehingga tidak salah manakala pemerintah, baik pusat maupun daerah memberi perhatian serius kepada sekolah-sekolah Muh.

c.       Bidang Sosial

Kerja-kerja sosial yang merupakan perwujudan dari teologi “ al Maun”  sudah melekat sebagai branding Muh.. Tak pelak sejak zaman Orde Lama Muh. Situbondo  terkenal dengan Panti Asuhan Tunas Harapan Panarukan.

Panti Asuhan Tunas Harapan didirikan pada tanggal 10 Mei 1952. Cikal bakal adanya panti asuhan ini diawali dengan dapatnya pinjaman rumah dari  Bapak H. Sukran di Jl. Pelabuhan Panarukan yang pada awal kegiatannya dapat mengasuh anak yatim sebanyak 10 orang.

Yang melatar belakangi pendirian  panti asuhan ini yaitu karena kepedulian Pengurus Cabang Muhammadiyah dengan PKU terhadap banyaknya anak-anak yatim terlantar akibat perang kemerdekaan di wilayah Situbondo dan sekitarnya. Dengan banyaknya permintaan yang akan memasukkan anak yatim ke PA Tunas Harapan, maka pengurus Cabang Muhammadiyah Panarukan terus berusaha untuk membangun rumah yatim yang lebih sempurna agar anak-anak yang diasuh lebih tenang dan nyaman tinggal di PA.

Atas petunjuk dan hidayah Allah pengurus berusaha ingin membeli tanah untuk membangun Panti Asuhan, namun atas kemurahan hati Bpk. H. Razak yang bertetangga dengan Bpk. H. Hasanuddin tokoh Muhammadiyah Panarukan, dengan ikhlas mewakafkan tanahnya yang cukup luas dan strategis untuk di bangun panti asuhan yatim yang sekarang ditempati.

 Peletakkan batu pertama pembangunan Panti Asuhan Yatim Tunas Harapan dilakukan oleh Bpk. Gaffar Ismail dari Pekalongan tanggal 17 april 1955, sedangkan secara peresmian penggunaan gedung PA tersebut pada tanggal 16 Maret 1958 dan Bpk. H. Razak diberi kehormatan membuka pintu pertama.

 Seiring dengan tuntutan zaman Muh. Situbondo mendirikan  panti asuhan baru, yaitu Panti Asuhan Tunas Melati Kapongan,  didirikan pada tanggal 2 Nopember 2006 yang pada awalnya masih merupakan bagian dari Panti Asuhan Tunas Harapan ,  namun tiga bulan kemudian panti asuhan ini berdiri sendiri di bawah naungan Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (MKKM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Panji, dengan nama Panti Asuhan Yatim Tunas Melati,  yang diresmikan oleh Bpk. Drs. H. Suroso, M.Pd selaku Wakil Bupati Situbondo pada tanggal 2 Januari 2007.

 Adanya  panti asuhan ini diawali dengan adanya seorang dermawan, yaitu Ibu Hj. Lili  Darliyati (putri al-marhum Bpk. H. Idrus) beserta suaminya Bpk. H. Arifin Imam Hidayat yang datang kepada pengurus Panti Asuhan Tunas Harapan untuk menyampaikan niat tulusnya bahwa tanah dan bangunan di Pokaan Kapongan yang dimilikinya itu untuk dijadikan panti asuhan.

Keinginan beliau disambut baik oleh pengurus yang kemudian disampaikannya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Setelah diadakan beberapa kali pertemuan dan rapat antara PDM, PCM Panji dan Pengurus Panti Asuhan Tunas Harapan akhirnya terbentuknya Pengurus Panti Asuhan Melati yang ditetapkan dengan surat keputusan PDM Situbondo nomor : 25/KEP/III.O/D/2006 tanggal 1 Dzulhijjah 1427 H./ 22 Desember 2006 M. 

 Luas tanah panti asuhan ini seluas 800 M2 yang didalamnya berdiri bangunan rumah lantai 2 seluas 200 M2. bersertifikat Hak Milik no 309 atas nama Lili Darliati.  Tanah dan bangunan tersebut untuk digunakan panti asuhan ini adalah berstatus pinjam pakai dengan jangka waktu yang tidak terbatas, dengan Akta Notaris Lukman hakim Gusti, SH berupa Perjanjian Pinjam Pakai (Bruiklening) No. 10 tanggal 10 Nopember 2006. 

Tahun berikutnya berdiri Panti Asuhan Tunas harapan Putri yang merupakan pengembangan panti Tunas harapan Putra. 

 d.      Bidang Kesehatan

 Dalam bidang kesehatan Muh. Situbondo pernah memiliki   Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). Aktifitas BKIA dan Balai Pengobatan pada awalnya menempati rumah pinjaman pada warga Muhammadiyah di lokasi Jl. Diponegoro Situbondo. Karena tempat tersebut diperlukan oleh keluarga pemiliknya akhirnya aktifitasnya terhenti sekitar tahun 1972 dan pada tahun berikutnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah mendapat penyerahan bangunan dari Ibu Ir. Askini yaitu bekas toko milik Cina yang terkena PP 10 yang berlokasi di Jl Irian Jaya No. 136. Adapun tanah dan bangunan BKIA ini statusnya adalah Hak Pakai berdasarkan  Surat Keputusan Tim Pelaksana Keputusan PEPELRADA No. 73-76 Kabupaten Situbondo tanggal 22 Mei 1972 Nomor : Kep.003/Tim/73/1973.

Bangunan ini sekarang digunakan oleh BKIA ‘Aisyiyah Situbondo. Kemudian pada periode 2005-2010 oleh Muh. tanah dan bangunan tersebut dikembalikan pada pemiliknya dan kini Muh sedang merintis Balai Pengobatan  di Jalan Sucipto Situbondo  dan semoga mendapat dukungan dari semua pihak.

e.    Bidang Ekonomi

Bidang ekonomi dan kewirausahaan  di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah mengalami pasang surut dan hingga sekarang lembaga-lembaga tersebut banyak yang mengalami kemandegkan bahkan bubar dengan sendirinya. Lembaga ekonomi yang pernah ada antara lain :

  1.  Koperasi Matahari di Asembagus. Pada tanggal 27 Juli 1994 telah diselenggarakan Rapat Reformasi Pengurus Koperasi Matahari Asembagus, tetapi hingga kini belum ada kegiatan lanjutan.
  2.  Koperasi Ikhlas. Atas prakarsa Dewan Guru SMA Muhammadiyah Situbondo pada tangal 2 September 1994 dibentuk Koperasi guru dan karyawan Perguruan Muhammadiyah dengan nama Koperasi Karyawan Ikhlas. Disyahkan sebagai Badan Hukum oleh Kep. Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Wilayah Prop. Jatim tanggal 13 Maret 1995 No. 7947/BH/II/1995. Dan sampai saat ini koperasi ini mengalami kemacetan (kredit macet), sehingga dalam rapat PDM Situbondo diputuskan bahwa koperasi Ikhlas dihentikan aktifitas simpan pinjam  untuk sementara waktu.
  3.  BUEKA ‘Aisyiyah Situbondo telah mendirikan Badan Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA) yang akte pendiriannya telah ditetapkan pada tanggal 29 Dzulqo’dah 1417 H. / 7 April 1997. BUEKA hingga kini masih berjalan dengan  baik.
  4.  BMT AL-FURQON. Dengan Surat Keputusan tanggal 21 Syawal 1417 H./ 1 Maret 1991 Pemuda Muhammadiyah Situbondo telah membentuk Baitul Maal Wat Tanwil (BMT) Al-Furqon. Setelah berjalan beberapa tahun berjalan baik, dan  pada awal tahun 1995 BMT ini sudah tidak tampak lagi kegiatannya hingga  sekarang sudah bubar dengan sendirinya.
  5.  Koperasi Amanah. Koperasi yang sudah berbadan hukum ini bergerak dalam kegiatan penyalur Kredit Usaha Tani (KUT). Kredit yang disalurkan pengembaliannya tidak lancar dan bahkan masih ada yang belum mengembalikan. Hingga kini koperasi ini tidak ada aktifitasnya dan terasa bubar.
  6. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Tunas Harapan Bangsa. SPBU tersebut berada di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dirintis sejak periode kepemimpinan PDM 2010 -2015, saat Muhammadiyah mendapat tanah wakaf dari Ibu Hj. Harini – Suyitno dan diresmikan pada Sabtu (1/5/2021) oleh  Rektor UM Jember dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sebagai pemeganh saham terbesar.

3.      Ikhtitam

       Sesuai dengan ketetapan Allah swt , sebagaimana firman-Nya: 

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِكَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الأَمْثَالَ

[الرعد : 17]

 Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

           

Kami yakin bahwa kehadiran Muhammadiyah senantiasa memberi manfaat kepada manusia sehingga akan tetap bertahan di bumi ini yang kini telah menapaki usianya pada abad ke 2 dan insya Allah di masa yang akan datang semakin maju.

 

Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan mana pun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, demokratis dan berkeadaban. Wallahu a’lam bi shawab.

  


[*]  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Situbondo Periode 2010 - 2015

Posting Komentar untuk "Program Kerja dan Amal Usaha Muhammadiyah Situbondo"