Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengajian Ahad Pagi, Kupas Tuntas Riyadlus Shalihin

 

Masjid At Taqwa Trenggalek

azahri.com. Trenggakek, 23 November 2021 Warga Muhammadiyah Trenggalek punya program pengajian rutin yang digelar di beberapa masjid, antara lain masjid At Taqwa, Al Furqan, Al Askar, Al Fajar dll.dengan kitab yang sama, Riyadlus Shalihin, namun pengasuh dan harinya berbeda antara masjid satu dengan lainnya.

Di masjid At Taqwa Jln. H. Agus Salim  Nomor 48, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan  Trenggalek, Kabupaten Trenggalek,  pengajian di laksanakan setiap Ahad Pagi, dimulai bakda Subuh, sekitar pkl. 04.35 sampai dengan  pkl 06.00 Wib.

Pengajian Ahad Pagi ini dirintis sejak 2 Agustus 2020 setelah beberapa forum pengajian libur karena wabah Covid 19 merebak di Indonesia, termasuk program Ahad pagi PDM Trenggalek. PDM menghimbau agar Pimpinan Muhammadiyah dan ortom bersama takmir nasjid menggelar pengajian rutin dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Ahad Pagi At Taqwa yang lokasinya dekat dengan kontor PDM diikuti oleh pimpinan Muhammadiyah dan  ortom, anggota, simpatisan Muhammadiyah  dan jamaah masjid At Taqwa   serta masyarakat sekitar. Jumlah jamaah setiap kegiatan berkisar 80 jamaah, berimbang antara laki- laki dan perempuan.

Wabah pandemi Covid 19 membuat pengajian tatap muka banyak yang vacum (mandek) dan ada yang diganti dengan pengajian virtual. Jamaah Muhammadiyah masjid At Taqwa rata-rata sudah berumur dan tak familier dengan aplikasi zoom meeting gelisah dan merindukan kegiatan tatap muka sebagai ajang  silaturahmi dan berbagi. 

Guna merespon ghirah jamaah, Takmir Masjid At Taqwa membuka pengajian model halaqah sesuai saran PDM dengan mengambil kitab Riyadlus Shalihin karya Imam Nawawi sebagi bahan kajian. Dilakdanan  dengan menerapkan protokol kesehatan: sebelum masuk masjid di cek suhu tubuh dengan thermogun, cuci tangan atau hand sanitizer, pakai masker dan jaga jarak.

Pengajian ini diasuh langsung oleh orang nomor satu di jajaran Muhammadiyah Trenggalek, Bpk  H. Rahmad, alumni Ponpes Wali Songo Ngabar Ponorogo. Beliau sebagai Ketua PDM Trenggalek priode 2015-2020 yang tekun dan telaten mengisi pengajian di beberapa tempat, termasuk ikut mengajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah (Muhammadiyah Boarding School Trenggalek). 

Dalam mengasuh pengajian ini, beliau menggunakan kitab rujukan Riyadhus Shalihin Syarah Syekh Utsaimin. Metode pembahasannya tartib sesui bab. Diawali pembabacaan teks kitab aslinya, baik teks Al Qur’an maupun matan  Hadis oleh salah seorang  jamaah atau terkadang dibaca bersama, kemudian hadis yang dibaca diartikan oleh beliau, lalu beliau membacakan syarahnya yang panjang seraya diartikan dan dijelaskan kandungan dan hikmah tasyriknya, baik terkait akidah, ibadah, akhlak  serta dihubungkan dengan konteks kekinian. Terakhir sesi tanya jawab.

Semua jamaah juga membawa kitab Riyadhus Shalihin, ada yang membawa tarjamah, ada yang pakai aplikasi handphone dll. Satu hadis pendek kadang membutuhkan dua kali pertemuan karena penjelasan cukup panjang.

“Pengajian ini disebut kupas tuntas kitab Riyadhus Shalihin, ya harus benar-benar dibaca dari berbagai aspek dan sudut pandang sehingga memiliki nilai guna yang besar,” tutur pengasuh pengajian ini.   “Agar pemahaman terhadap kitab ini komprehensif, kita harus sabar mengikuti dari awal hingga akhir,” imbuhnya.

Menurut pengasuh, pengajian model kumpas tuntas Riyadhus Shalihin ini jarang dilakukan di forum Ahad Pagi seperti ini. Merujuk satu kitab dengan kajian detail atau tafsil. Pengajian Ahad Pagi di kalangan Muhammadiyah lazimnya  mengambil bentuk pengajian akbar, yang mengupas tema-tema secara ijmal/global dan tidak mengacu pada suatu kitab. Pengajian kumpas tuntas seperti ini selayaknya dilaksanakan di halaqoh khusus atau di pondok pesantren.

Kata beliau, banyak manfaat yang dapat diambil dari pengajian ini, antara lain mendekatkan kalangan Muhammadiyah yang selama ini kurang akrab dengan kutub tsuras (kitab-kitab warisan karya para ulama tempo dulu). Lazimnya pengajian di kalangan Muhammadiyah tidak pakai kitab, tapi tematik tergantung penceramahnya. 

Kesan peserta pengajian akan berbeda jika mendengar sebuah ayat atau hadis sambil melihat teksnya dengan yang hanya mendengar saja. Apalagi kadang-kadang jamaah dapat giliran membaca teks arabnya dan artinya.

Pengurus jamaah yang lain, Akur Pasianto, menambahkan bahwa anggota jamaah relatif sudah berumur, hampir tidak ada generasi mudanya. Mayoritas para ulama yang memadati pengajian ini.  Ulama singkatan dari usia lanjut masih aktif.

Usai pengajian (santapan rohani) jamaah bisa menikmatai hidangan yang dibawa jamaah sendiri secara bergiliran, bahkan di luar masjid dibagi sayur gratis oleh sesama jamaah.

Posting Komentar untuk "Pengajian Ahad Pagi, Kupas Tuntas Riyadlus Shalihin"