HIDUP DI DUNIA SEHARUSNYA TENANG DAN SENANG
1. Makhluk
Ciptaan Allah SWT Terbaik
Manusia diciptakan Allah Swt sebagai
makhluk yang paling baik dibanding makhluk lain yang kasat mata di dunia ini,
baik struktur fisik maupun non fisik. Fisik dari ujung rambut sampai ujung kaki
di desain dengan utuh sehingga mampu melaksanakan tugas hidup dengan baik
sebagai hamba Allah Swt untuk beribadah kepadaNya. Firman Allah SWT dalam Surat
At Tiin ayat 4:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ ٤
Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan
manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Secara
fisik manusia dilengkapi perangkat panca
indra atau lima perangkat untuk merespon keadaan sekitar. Dua mata untuk
melihat, hidung untuk membau, lidah untuk merasakan lezatnya makanan, dua
telinga untuk mendengar bunyi dan suara dan kulit untuk merasakan keadaan cuaca, panas dingin,
nyaman gerah dan seterusnya.
Non
fisik manusia punya ruh sebagai sumber kehidupan, dianugerahi akal sehingga
mampu memenej dunia dan isinya, berinovasi terus menerus sehingga melahirkan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebudayaan secara berkesinambungan dari
generasi kegenerasi. Punya jiwa atau
nafs setelah ruh masuk ke jasmani dengan potensi taqwa dan fujur, punya hati
dan perasaan yang melahirkan akhlak dan keadaban.
2. Diberi
Kepercayaan Mengelola Bumi
Dengan
bentuk dan struktur fisik maupun non fisik (jasmanai-ruhani) yang keren, manusia
diserahi oleh Allah SWT tugas mengelola bumi sesuai pernyataan Allah Swt bahwa
apa saja yang di ciptakan Allah SWt di bumi ini untuk manusia. Firman Allah Al Baqarah ayat 29:
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ
جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍۗ
وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌࣖ
Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di
bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke (penciptaan) langit, lalu Dia
menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Segala
yang diciptakan Allah di bumi ini untukmu, maksudnya manusia. Ragam macam tumbuh-tumbuhan,
berbagai jenis hewan yang hidup di darat laut dan udara untuk manusia.
Manusia bisa memanfaatkan untuk kemaslahatan hidupnya, baik secara
individu maupun bersama-sama. Allah yang
Maha Kasih Sayang juga telah menurunkan panduan hidup untuk pengelolaan bumi
dan segala isinya agar tidak terjadi konflik dengan sesama.
3. Masing-Masing Individu Diberi Ruang dan
Fasilitas
Sejarah awal manusia, Adam dan Hawa
hidup di surga. Kemudian setan dengan
segala tipu dayanya berhasil menggelincirkan Adam dan Hawa dari surga. Allah
SWT menitahkan Adam dan Hawa turun dari surga menuju bumi yang telah disiapkan
oleh Allah dengan segala fasilitasnya. Allah SWT menjamin bahwa manusia akan
disediakan tempat tinggal yang layak bahkan mewah dan fisilitas yang memadahi.
Tergantung manusia mau mengambil atau tidak. Firman Allah:
فَاَزَلَّهُمَا الشَّيْطٰنُ عَنْهَا فَاَخْرَجَهُمَا مِمَّا
كَانَا فِيْهِۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۚ وَلَكُمْ فِى
الْاَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ ٣٦
Lalu, setan menggelincirkan keduanya darinya sehingga
keduanya dikeluarkan dari segala kenikmatan ketika keduanya ada di sana
(surga). Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang
lain serta bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu
yang ditentukan.”
Dengan jasmani
dan ruhani, terutama dengan anugerah akal dan hati
yang paripurna ditunjang dengan fasilitas di bumi yang luas
dan penuh kekayaan seharusnya manusia hidup di duna ini dengan tenang dan
senang. Tenang dalam arti menjalani hidup tanpa rasa khawatir dan galau,
senang tanpa sedih dan penyesalan yang
berkepanjangan.
4. Tak
Tenang dan Tak Senang
Faktanya
banyak manusia yang meniti hidup dan kehidupannya tidak menghadirkan ketenangan dan kesenangan. Seharusnya kayak
lagu, “Di sini senag, di sana senang, dimana-mana hatiku senang”. Jika ada yang
hidup penuh kegalauan dan kesedihan berarti ada penyimpangan dari sekenario
Tuhan.
Saat
Allah memerintah manusia turun ke bumi sembari menitipkan pesan sebagaimana
tercermin dalam Al Baqarah ayat 38:
قُلْنَا
اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًاۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ
تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٣٨
.
Kami berfirman, “Turunlah kamu semua
dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja
yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan
mereka pun tidak bersedih hati.”
Wal hasil, manusia yang hidup tidak tenang atau
galau, tidak senang atau sedih karena dalam menjalankan hidupnya tidak
mengikuti panduan atau kurikulum dari Allah Swt. Karena jika mengikuti panduan
Allah Swt sebagaimana yang tertuang dalam Al Qur’an dan As Sunah hidup akan
jauh dari rasa khouf (galau) dan hazen (duka dan sedih). Tergantung pilihan
manusia mau hidup tenang dan senang atau selalu waswas dan gundah gulana. Sewajarnya
mesti selalu tenang dan senang sampai mengakhiri hidup dengan husnul khotimah.
Wallahu ‘alam bi shawab.
Posting Komentar untuk "HIDUP DI DUNIA SEHARUSNYA TENANG DAN SENANG"