Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

INDONESIA BERDAULAT ADIL DAN MAKMUR

 



اَلْحَمْدُ للهِ اْلمَلِكِ اْلعَزِيْزِاْلعَلامِ* العَلِّىِ اْلعَظِيْمِ اْلكَرِيْمِ السَّلامِ* غَافِرِالذُّنُبِ وَقاَبِلِ التَّوْبِ مِنْ جَمِيْعِ اْلاثاَمِ* اَحْمَدُهُ سُبْحاَنَهُ عَلَى مَااتَّصَفَ بِهِ مِنْ صِفاَتِ اْلجَلا لِ وَاْلاكْرَامِ* وَاَشْكُرُهُ عَلَى مَا اَسَدَّهُ مِنْ جَزِيْلِ اْلفَضْلِ وَاْلانْعَامِ* اَشْهَدُاَنْ لااِلهَ اِلاَّالله وَحْدَهُ لاشريْكَ لَهُ شَهَادَةً اَرْجُوْابِهَااْلفَوْزَبِدَارِالسَّلامِ* وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى اَظْهَرَالله بِهِ الايمَانَ وَالاسلامَ * اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍوَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اْلبَرَرَةِ اْلكِرَامِ * وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا * اَمَّابَعْدُ فَيَاعِبَادَالله اُوصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى الله وَطاَعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ*

Jamaah Jumat Yang berbahagia!

Segala puji bagi Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Maha Pengampun semua kesalahan dan dosa. Maha Pengasih dan Penyayang. Berkat kasih sayangNya kita telah ditakdirkan menjadi bangsa yang merdeka.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 pemerintah resmi mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema nasional ini merefleksikan semangat kolektif bangsa dalam memperkuat kemandirian, pemerataan keadilan, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dalam rangka mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, kita  sebagai generasi penurus para pendiri bangsa/the founding father, patut kita instropesi sampai sejauhmana bangsa kita ini berdaulat. Apakah keadilan dan kemakmuran sudah dinikmati sebagian besar warga bangsa kita?

Jamaah Yang dirahmati Allah SWT!

Ketiga diksi:  berdaulat, adil dan makmur berasal dari bahasa Arab yang telah diserap dalam bahasa Indonesia, yang penjabaranya minimal sbb:

1.  Berdaulat

Berasal dari Daulah (دول - دولة), arti utama: kekuasaan, wewenang, atau pemerintahan. Makna istilah/etimologi adalah kekuasaan pemerintah atau negara terhadap rakyatnya dan terhadap negara lain.

Dalam konsep Islam jika kedaulatan identik dengan kekuasaan , kekuasaan tertingga ada di tangan Allah SWT, sebagaimana firmanNya Surat Ali ‘Imran Ayat 26:

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

 

Artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jamaah Yang dirahmati Allah SWT!

   Selanjutnya kekuasaan Allah Swt diberikan kepada manusia sebagai titipan yang harus dijalankan dengan amanah. Presiden atau raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Ia harus meneggakkan  kedaulatan negara dalam wujud  kemandirian, sejajar dan merdeka.

Negara berdaulat adalah negara yang mempunyai kekuasaan penuh untuk mengatur rumah tangganya sendiri tanpa campur tangan bangsa lain. Negara berdaulat adalah  negara yang memiliki kedudukan sejajar dengan negara lain dan dihormati di mata hukum internasional. Negara berdaulat itu pemerintahnya memiliki wewenang mutlak untuk mengambil keputusan politik, ekonomi, dan sosial demi kepentingan rakyat, tidak didekte oleh para oligarkhi dan para cukong/mafia.

Sudahkah kita berdaulat penuh dalam aspek politik? Di masa modern/dunia digitla/AI negara tidak bisa berdiri sendiri tanpa tergantung negara lain. Persoalanya negara-negara maju tidak rela negara berkembang menyaingi mereka, maka kekuasaan dan hegemoni negara besar selalu ingin mengatur negara kecil, dalam hal ini Indonesia selalu di bawah tekanan Amerika dan China dan negara besar lainnya.

Kedaulatan ekonomi: kedaulatan pangan dan energi masih terus harus diperjuangkan dengan serius. Indonesia sebagai negara agraris seharus tidak perlu impor beras, kedelai, gula dan komuditas lainnya. Barang tambang kita dijaul murah karena berupa bahan mentah.

Kita negara besar sampai hari ini belum punya pabrik mobil. Janji mobil ESMK tak kunjung tererealisasi. Hari ini produksi mobil masih didominasi Jepang dan Cina (mobil listrik) Belum bicara kedaulatan digital, masih jauh dari kenyataan. Aplikasi  youtube, whatsup, tiktok, instagram, facebook semua dari luar.

Waktunya anak muda Indonesia menyambut bonus demografi belajar keras mengejar ketertiggalan di berbagai bidang. Siapa tahu dari MTSN ini kelak lahir ahli IT yang berkelas dunia.

Jamaah Yang dirahmati Allah SWT!

2. Adil

 Kata adil berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata (عَدَلَ – يَعْدِلُ – عَدْلاً)  yang secara harfiah berarti sama, seimbang, lurus, jujur, atau berada di tengah-tengah. Dalam bahasa hukum berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya atau memberikan hak kepada yang berhak.

Implementasinya dalam kehidupan bersama  berupa: Persamaan Hak, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. Distribusi Merata, hasil pembangunan, fasilitas publik, dan kesempatan kerja dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Tanpa Diskriminasi, penegakan hukum dan pelayanan publik dilakukan secara jujur tanpa memandang suku, agama, ras, atau status sosial.

Kedaulatan itu soal kebijakan yang dapat dindra secara fisik, kemakmuran bisa dilihat secara lahiriyan, namun keadilan soal rasa yang terhubung dengan hati. Sehingga dalam banyak hal keadilan harus dikedepankan atau diprioritaskan meskipun untuk diri sendiri dan keluarganya. Surat An-Nisa Ayat 58

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

 

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.


(فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ (صحيح البخاري
“Bertaqwalah kamu kepada Allah dan bersikap adillah terhadap anak-anakmu.” (HR. Bukhari)

 Implementasi dalam kehidupan nyata keadilan dibedakan menjadi keadilan distributif dan komutatif. Keadilan distributif itu dalam pembagian hak, kekayaan, atau tugas secara proporsional. Tidak sama rata, tetapi sesuai dengan porsi, prestasi, atau kebutuhan. Contoh: perusahaan memberi bonus lebih besar kepada pekerja yang kinerjanya sangat baik. Keadilan Komutatif itu  keadilan dalam hal tukar-menukar atau transaksi antar individu. Prinsip menyamakan antara prestasi dan kontraprestasi, atau mengganti kerugian. Contoh: orang yang membeli barang wajib membayar sejumlah uang yang pas sesuai harga barang tersebut. Penjual tidak membedakan pembeli pakai mobil atau pakai sepeda pancal, semua diberi harga yang sama.

Jamaah Yang dirahmati Allah SWT!

2. Makmur

Kata "makmur" dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Arab, yaitu ma'mur (مَعْمُورٌ) yang berasal dari akar kata 'amara (عَمَرَ) yang berarti ramai, subur, berpenghuni, hidup, atau dikunjungi dan dipelihara dengan baik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makmur berarti keadaan hidup yang serba kecukupan, tidak kekurangan, banyak hasil, serta penduduknya hidup sejahtera.

Pengejawentahan kata makmur: serba berkecukupan, kondisi saat kebutuhan hidup jasmani maupun rohani sudah terpenuhi dengan baik.  Semua sektor produksi tumbuh dengan baik dan distribusi lancar. Kehidupan masyarakat  aman, tenteram, dan bahagia tanpa kekurangan sandang, pangan, serta papan.

Al Qur’an menggunakan kata makmur untuk masjid yang ramai dan penuh kegiatan, tidak hanya sebatas sektor ekonomi. Firman Allah Swt:

انَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

 

Artinya: Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Jamaah Yang dirahmati Allah SWT!

            Mengapa Indonesia belum mencapai negara yang berdaulat, adil dan makmur secara penuh, meskipun telah merdeka selama 81 tahun. Barangkali hal-hal sebagai berkut yang  menghambatnya, antara lain:

1. Korupsi dan Lemahnya Penegakan Hukum

Praktik korupsi memotong anggaran publik dan menghambat efisiensi pembangunan. Penegakan hukum yang tebang pilih, terkadang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas mencederai prinsip keadilan sosial. Reformasi birokrasi masih terhambat oleh mentalitas pemangku kebijakan yang kurang transparan.

2. Rendahnya Kualitas SDM dan Kesenjangan Pendidikan

 Mayoritas angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan pendidikan menengah ke bawah. Kualitas fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok/daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) belum merata. Masalah kronis seperti stunting dan kurang gizi masih menghambat potensi kognitif generasi muda produktif. Siswa harus terus semangat belajar demi Indonesia yang berdaulat adil dan makmur.

3. Ketimpangan Ekonomi dan Sosial (Inequality)

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur modern masih terpusat di pulau Jawa (Jawa-sentris). Distribusi kekayaan nasional belum merata, di mana sebagian besar aset negara dikuasai oleh segelintir kelompok elit.

4. Ketergantungan Impor Pangan dan Energi

           Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan pangan pokok dan minyak bumi (migas) demi mencukupi kebutuhan domestik. Berkurangnya jumlah lahan pertanian aktif serta penurunan minat generasi muda untuk menjadi petani atau nelayan.

5. Jebakan Pendapatan Menengah (Middle-Income Trap)

 Struktur ekonomi nasional masih sangat bergantung pada ekspor komoditas alam mentah tanpa pengolahan bernilai tambah tinggi (hilirisasi belum optimal). Transformasi ke arah industri berbasis teknologi (Industri 4.0) belum diimbangi dengan literasi digital yang merata di masyarakat.


6. Menghadapi Puncak Bonus Demografi

Tantangan-tantangan di atas menjadi semakin mendesak untuk disikapi karena Indonesia sedang berada pada jendela Bonus Demografi. Jika kualitas SDM, lapangan kerja, dan sistem hukum tidak segera dibenahi, jumlah penduduk usia produktif yang melimpah ini justru berisiko menjadi beban sosial (seperti pengangguran massal) alih-alih menjadi mesin penggerak kearah kemajuan malah menghambat kemajuan itu sendiri.

 ِإنَّ اَحْسَنَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَحْسَنَ اْلهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ* وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىَ يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى اْلمُهْتَدُوْنَ* وَاِذاَقُرِاءَاْلقُرْاَنُ فَاسْتَمِعُوْالَهُ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ* اَعُوْذُباِللهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ: مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ [فصلت : 46]

 جَعَلَنَااللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ اْلكَامِلِيْنَ اْلمُؤَدِّيْنَ لِوَاجِبَاتِهِمْ مَعَ اْلمُخْلِصِيْنَ وَقُوْلُوْااَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ الَّذِي لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ الحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ فَيَا فَوْزَ اْلمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَانَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِالدُّ نْيَاوَالدِّيْنِ ٭ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اْلمَلِكُ اْلحَقُّ اْلمُبِيْنُ٭ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَادِقُ اْلوَعْدِ اْلاَمِيْنُ ٭ صَلاَةًوَسَلاَمًادَائِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ عَلَى اَشْرَفِ اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ   ٭اَمَّابَعْدُ فَيَاعِبَادَاللهِ اُوصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ٭

Jamaah Rahimakumullah!

Kemerdekaan individu sebagai Muslim merupakan modal dasar untuk mewujudkan kemerdekaan dalam wilayah publik. Karena manusia Muslim yang merdeka memiliki percaya diri yang tinggi, semangat hidup dan kemauan yang membara, keimanan yang kokoh dan ahlakul karimah. Yang akan mampu membawa keluarga, masyarakat dan bangsanya mencapai kemajuan dan kejayaan. Al Qur’an dan Sunnah telah terbukti mampu menginspirasi umat Islam dan para pemimpinya menjadi umat yang jaya dan maju untuk kurun waktu yang lama, sampai jatuhnya kekhalifahan Turki Usmani. Giliran dunia Barat dengan faham kolonialisme dan imperialisnenya yang kemudian mengekplotasi kekayaan dunia Timur/umat Islam untuk membangun kejayaan bidang ekonomi, politik, hukum dan budayanya.

            Sudah waktunya kini umat Islam untuk bersatupadu berjuang merebut kejayaanya kembali menjadi umat/bangsa yang maju dan bermartabat sesuai statemen Rasulullah saw dalam sabdanya:

عَنْ عَائِذِ بْنِ عَمْرٍو الْمُزَنِىِّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى » سنن الدارقطنى - (8 / 431)

Rasulullah saw bersabda: “ Islam itu tinggi dan tidak ada yang menyamai ketinggianya”.

Imam Shon’ani dalam Subulussalam menjelaskan bahwa, Islam agama yang tinggi dan tidak ada yang menyamai ketingginya karena Islam adalah agama yang hak/benar sehingga akan memndapat dukungan dari umat manusia sepanjang zaman. Ketinggian Islam akan membentuk umat Islam menjadi umat yang unggul sepanjang mereka tetap konsisten dalam keislamanya.

 Semoga Allah swt. senantiasa memberikan pertolongan dalam perjuangan kita menggapai kemerdekaan individu dan kemerdekaan kolektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur. Amin

فَقَالَ تَعَالَى { إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا } اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ ٭ اللَّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ اْلأََحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ٭ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ٭ رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ٭ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ٭ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ و لاَ  تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاً لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ٭  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ٭ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ٭  وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ٭  وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ٭

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتاَءِ ذِيْ اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاَءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ٭

Posting Komentar untuk "INDONESIA BERDAULAT ADIL DAN MAKMUR"